Aktivitas Kelompok Halaman 232 Ips Kelas 8
Aktivitas Kelompok IPS kelas 8 halaman 232-233.Tolong yaaa:)
1. Aktivitas Kelompok IPS kelas 8 halaman 232-233.Tolong yaaa:)
faktor penyebab kegagalan masyarakat mengusir penjajah:
- persenjataan yang masih belum memadai dibandingkan senjaa penjajah
- belum ada rasa persatuan sebelum terjadinya sumpah pemuda
- adanya rasa saling tidak percaya akibat sistemadu domba yang diterapkan Belanda untuk mempermudah penjajahan
2. Aktivitas kelompok buku paket ips halaman 232
maaf kalo salah, saya juga gak tahu soalnya apa
3. matematika kelas 7 halaman 232 nomor 8
(2x+7)(x+3)(x-6):(6-x)
6-x= -(x-6)
jadi jawabannya
(2x+7)(x+3)-
-2x^2-13x-21
4. jawaban matematika kelas 7 halaman 232 nomor 6,7,8
Jawaban:
^^Semoga bisa membantu ya^^5. tugas buku paket halaman 232 yang komplikasi , reorientsi , koda?
Jawaban:
mana gw tau coegg soalnya aja mana...
6. jawaban bahasa Indonesia kelas 7 K13 halaman 232 apa ya?
Jawaban:kamu hanya peelu membuat cerita sesuai imjinasi kamu dan tokohnya hrus sama dengan orientasinya ka...
Penjelasan:
7. Jawaban soal bahasa indonesia kelas 7 semester 2 revisi 2016 tabel halaman 232-
Fabel adalah sebuah karya sastra Indonesia yang menyajikan sifat, sikap, maupun watak manusia ke dalam cerita melalui penggambaran para tokoh hewan atau binatang. Sebagai sebuah karya sastra, fabel tersusun atas berbagai struktur. Struktur penyusun fabel mencakup orientasi, komplikasi, resolusi/reorientasi, dan koda.
PembahasanPada kesempatan ini, soal meminta kita untuk menyajikan struktur penyusun teks fabel yang berjudul "Monyet dan Kelinci". Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
Monyet dan Kelinci
Orientasi
Pada suatu hari, Monyet dan Kelinci sedang duduk di pinggir sungai. Kelinci suka mendengarkan cerita Monyet. Tapi satu hal, Kelinci merasa terganggu dengan gerakkan menggaruk Monyet saat berbicara. Ia menggaruk kepalanya, rambut di dagunya, menggaruk tangan kanan dan kiri.
Monyet pun suka mengobrol dengan Kelinci. Kecuali satu hal. Monyet sering terganggu dengan gerakan mengendus, menggerakan hidung, menggerakan kupingnya dari sisi satu sisi ke sisi yang lain.
Komplikasi
Akhirnya Monyet berkata. ‘’ Hei Kelinci, dapatkah kamu menghentikan kebiasaan buruk itu?’’ kata Monyet
‘’ Menghentikan apa ?’’ Tanya kelinci
‘’ Berhenti mengendus udara, menggerakan hidung, dan menggeraka kupingmu yang panjang itu. Betapa buruknya kebiasaanmu itu?’’
‘’ Kebiasaan buruk saya? Bagaimana kebiasaan kamu? Setiap kali kita mengobrol, kamu selalu menggaruk. Pertama kamu menggaruk kepala mu. Kemudian dagu, lengan kiri dan kananmu. Kamu selalu menggaruk. Betapa buruknya kebiasaan kamu!’’
‘’ Yah. Saya tidak harus menggaruk. Saya tidak dapat menghentikan menggaruk setiap kali saya mau.’’ Kata monyet
‘’ Yah. Saya juga tidak harus mengendus, menggerakan hidung dan menggerakakn kuping saya.’’ Kata kelinci’’
Kemudian Monyet menantang Kelinci dalam suatu pertandingan. ‘’ Kita lihat saja. Saya tidak akan menggaruk sepanjang hari, jika kamu juga tidak mengendus, menggerakan hidung, dan menggerakan kupingmu sepanjang hari. Sekarang masih pagi. Jika kita dapat diam sepanjang hari hingga matahari terbenam. Pasti kita dapat menghilangkan kebiasaan buruk ini.’’
Sejak saat itu Monyet dan Kelinci duduk diam. Monyet tidak bergerak sama sekali. Tetapi kulitnya sangat gatal. Ia ingin menggaruk rambut di dagunya. Lengan kiri dan kanannya sangat gatal, tetapi Monyet tetap diam.
Kelinci juga tidak bergerak sama sekali, tetapi Kelinci ingin sekali mengendus udara. Menggerakan hidung, menggerakan kupingnya dari satu sisi ke sisi yang lain. Kelinci pun duduk diam.
Akhirnya Kelinci berkata. ‘’ Monyet. Saya punya aide. Kita akan duduk diam disini sangat lama. Saya mulai bosan. Mari kita bercerita untuk menghabiskan waktu.’’
‘’ Ide yang sangat bagus. Mengapa kamu tidak bercerita terlebih dahulu.
Kelinci mulai bercerita. ‘’ Kemarin, ketik saya akan datang ke tepi sungai menemuimu, saya pikir saya mencium bau Singa di balik rumput. Oleh karena itu, saya mengendus udara, tetapi Singa tidak ada disana. Untuk memastikannya, saya menggerakan hidung saya beberapa kali, tetapi tidak ada Singa disana, kemudian saya menggerakan kuping saya untuk mendengarkan, tetapi tidak ada Singa di sana. Saya baru yakin, bahwa tidak ada bahaya di sana. Kemudian saya melanjutkan perjalanan ke tepi sungai untuk menemuimu, temanku.’’
Monyet, memperhatikan Kelinci yang bercerita dengan gerakan mengendus, menggerakan hidung, menggerakan telinganya.
...
Resolusi/Re-orientasi
Kelinci mulai cekikikan. Monyet mulai tertawa lebar. Kelinci tahu apa yang dilakukan Monyet, dan Monyet tahu apa yang di lakukan Kelinci.
‘’ Yah. Itu benar-benar cerita yang bagus, tetapi kamu kalah dalam pertandingan ini. Monyet, kamu menggaruk selama bercerita.’’ Kata kelinci
‘’ Yah. Ceritamu juga sangat bagus. Kelinci, tetapi kamu mengendus, menggerakan hidung dan menggerakan kuping selama kamu bercerita.’’ Kata monyet
‘’ Saya kira tidak ada di antara kita yang dapat diam saja sepanjang hari. Saya tidak dapat menghilangkan kebiasaan buruk ini.’’ Kata Kelinci sambil mengendus, menggerakan hidungnya dan menggerakan telinganya.’’
‘’ Saya juga tidak dapat menghilangkan kebiasaan buruk ini.’’ Kata Monyet sambil menggaruk kepalanya. Kemudian menggaruk dagunya dan menggaruk lengan kiri dan kanannya.
Koda
Kebiasaan buruk Monyet dan Kancil sukar dihilangkan. Keduanya setuju. Monyet tetap menggaruk dan Kelinci mengendus, menggerakan hidung dan menggerakan telinganya.
Pelajari lebih lanjutPada materi ini, kamu dapat belajar tentang struktur fabel:
https://brainly.co.id/tugas/11014968
Detil jawabanKelas: VII
Mata pelajaran; Bahasa Indonesia
Bab: bab 8 - Mendeskripsikan sesuatu
Kode kategori: 7.1.8
Kata kunci: jawaban, fabel, moneyt dan kelinci, struktur, orientasi, komplikasi, resolusi, koda
8. tolong dong bahasa indonesia halaman 232 kelas 7
Komplikasi
Kelinci merasa terggangu dengan gerakan menggaruk Monyet saat berbicara. Monyet sering terggangu dgn gerakan mengendus — lain .
Reorientasi
Pada suatu hari hari, Monyet dan kelinci sdng duduk di pinggir sungai
Koda
Jangan melakukan hal yg agak menjijikan karna dpt menggangu orang lain tanpa kita ketahui
9. Jawaban soal b. Indonesia halaman 232&233 kelas 7
Fabel adalah sebuah karya sastra Indonesia yang menyajikan watak, sifat, dan sikap manusia melalui penggambaran para tokoh hewan atau binatang dalam cerita. Sebagai sebuah karya sastra, fabel dibangun di atas beberapa struktur mulai dari orientasi, komplikasi, resolusi atau reorientasi, dan koda.
PembahasanPada kesempatan ini, soal meminta kita untuk membabak fabel "Monyet dan Kelinci" ke dalam struktur penyusunnya. Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
ORIENTASI
Pada suatu hari, Monyet dan Kelinci sedang duduk di pinggir sungai. Kelinci suka mendengarkan cerita Monyet. Tapi satu hal, Kelinci merasa terganggu dengan gerakkan menggaruk Monyet saat berbicara. Ia menggaruk kepalanya, rambut di dagunya, menggaruk tangan kanan dan kiri.
Monyet pun suka mengobrol dengan Kelinci. Kecuali satu hal. Monyet sering terganggu dengan gerakan mengendus, menggerakan hidung, menggerakan kupingnya dari sisi satu sisi ke sisi yang lain.
KOMPLIKASI
Akhirnya Monyet berkata. ‘’ Hei Kelinci, dapatkah kamu menghentikan kebiasaan buruk itu?’’ kata Monyet
‘’ Menghentikan apa ?’’ Tanya kelinci
‘’ Berhenti mengendus udara, menggerakan hidung, dan menggeraka kupingmu yang panjang itu. Betapa buruknya kebiasaanmu itu?’’
‘’ Kebiasaan buruk saya? Bagaimana kebiasaan kamu? Setiap kali kita mengobrol, kamu selalu menggaruk. Pertama kamu menggaruk kepala mu. Kemudian dagu, lengan kiri dan kananmu. Kamu selalu menggaruk. Betapa buruknya kebiasaan kamu!’’
‘’ Yah. Saya tidak harus menggaruk. Saya tidak dapat menghentikan menggaruk setiap kali saya mau.’’ Kata monyet
‘’ Yah. Saya juga tidak harus mengendus, menggerakan hidung dan menggerakakn kuping saya.’’ Kata kelinci’’
Kemudian Monyet menantang Kelinci dalam suatu pertandingan. ‘’ Kita lihat saja. Saya tidak akan menggaruk sepanjang hari, jika kamu juga tidak mengendus, menggerakan hidung, dan menggerakan kupingmu sepanjang hari. Sekarang masih pagi. Jika kita dapat diam sepanjang hari hingga matahari terbenam. Pasti kita dapat menghilangkan kebiasaan buruk ini.’’
Sejak saat itu Monyet dan Kelinci duduk diam. Monyet tidak bergerak sama sekali. Tetapi kulitnya sangat gatal. Ia ingin menggaruk rambut di dagunya. Lengan kiri dan kanannya sangat gatal, tetapi Monyet tetap diam.
Kelinci juga tidak bergerak sama sekali, tetapi Kelinci ingin sekali mengendus udara. Menggerakan hidung, menggerakan kupingnya dari satu sisi ke sisi yang lain. Kelinci pun duduk diam.
Akhirnya Kelinci berkata. ‘’ Monyet. Saya punya aide. Kita akan duduk diam disini sangat lama. Saya mulai bosan. Mari kita bercerita untuk menghabiskan waktu.’’
‘’ Ide yang sangat bagus. Mengapa kamu tidak bercerita terlebih dahulu.
Kelinci mulai bercerita. ‘’ Kemarin, ketik saya akan datang ke tepi sungai menemuimu, saya pikir saya mencium bau Singa di balik rumput. Oleh karena itu, saya mengendus udara, tetapi Singa tidak ada disana. Untuk memastikannya, saya menggerakan hidung saya beberapa kali, tetapi tidak ada Singa disana, kemudian saya menggerakan kuping saya untuk mendengarkan, tetapi tidak ada Singa di sana. Saya baru yakin, bahwa tidak ada bahaya di sana. Kemudian saya melanjutkan perjalanan ke tepi sungai untuk menemuimu, temanku.’’
Monyet, memperhatikan Kelinci yang bercerita dengan gerakan mengendus, menggerakan hidung, menggerakan telinganya.
Monyet berkata. ‘’ kemarin, dalam perjalanan saya ke tepi sungai untuk menemuimu, saya berpapasan dengan beberapa anak-anak. Salah satu anak melemparkan kelapa dan mengenai kepala saya, tepat di sini. Anak laki-laki melemparkan batok kelapa dan tepat mengenai dagu saya, dan dua anak perempuan melempar batok kelapa dan mengenai tangan kanan dan kiri saya. Kemudian saya lari secepat mungkin ke tepi sungai dan bertemu denganmu, sahabatku.’’
...
REORIENTASI
‘’ Saya kira tidak ada di antara kita yang dapat diam saja sepanjang hari. Saya tidak dapat menghilangkan kebiasaan buruk ini.’’ Kata Kelinci sambil mengendus, menggerakan hidungnya dan menggerakan telinganya.’’
‘’ Saya juga tidak dapat menghilangkan kebiasaan buruk ini.’’ Kata Monyet sambil menggaruk kepalanya. Kemudian menggaruk dagunya dan menggaruk lengan kiri dan kanannya.
KODA
Kebiasaan buruk Monyet dan Kancil sukar dihilangkan. Keduanya setuju. Monyet tetap menggaruk dan Kelinci mengendus, menggerakan hidung dan menggerakan telinganya.
Pelajari lebih lanjutPada materi ini, kamu dapat belajar tentang fabel:
https://brainly.co.id/tugas/14328443
Detil jawabanKelas: VII
Mata pelajaran: Bahasa Indonesia
Bab: Bab 8 - Mendeskripsikan sesuatu
Kode kategori: 7.1.8
Kata kunci: jawaban, fabel, monyet dan kelinci, struktur
10. ips kelas 7 hal 232 pilihan ganda
Jawaban:
6. C (Pergantian Pemimpin Berdasarkan Keturunannya)
7. D (Bentuk Candi Yang Berundak)
8. D (Agama Islam Dapat Mudah Diterima Dengan Mempergunakan Wayang Dan Gamelan)
9. C (Makan Fatimah Binti Maimun)
10. C (Suluk)
11. Jawaban halaman 232 bhs indonesia kelas 7 semester 2
Fabel adalah sebuah karya sastra Indonesia yang menyajikan sifat, sikap, atau watak manusia melalui penggambaran para tokoh hewan atau binatang dalam cerita. Sebagai sebuah karya sastra, setiap fabel disusun di atas beberapa struktur. Struktur penyusun fabel mencakup orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda.
PembahasanPada kesempatan ini, soal meminta kita untuk membabak fabel "Kelinci dan Monyet" ke dalam struktur penyusunnya. Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
ORIENTASI
Pada suatu hari, Monyet dan Kelinci sedang duduk di pinggir sungai. Kelinci suka mendengarkan cerita Monyet. Tapi satu hal, Kelinci merasa terganggu dengan gerakkan menggaruk Monyet saat berbicara. Ia menggaruk kepalanya, rambut di dagunya, menggaruk tangan kanan dan kiri.
Monyet pun suka mengobrol dengan Kelinci. Kecuali satu hal. Monyet sering terganggu dengan gerakan mengendus, menggerakan hidung, menggerakan kupingnya dari sisi satu sisi ke sisi yang lain.
KOMPLIKASI
Akhirnya Monyet berkata. ‘’ Hei Kelinci, dapatkah kamu menghentikan kebiasaan buruk itu?’’ kata Monyet
‘’ Menghentikan apa ?’’ Tanya kelinci
‘’ Berhenti mengendus udara, menggerakan hidung, dan menggeraka kupingmu yang panjang itu. Betapa buruknya kebiasaanmu itu?’’
‘’ Kebiasaan buruk saya? Bagaimana kebiasaan kamu? Setiap kali kita mengobrol, kamu selalu menggaruk. Pertama kamu menggaruk kepala mu. Kemudian dagu, lengan kiri dan kananmu. Kamu selalu menggaruk. Betapa buruknya kebiasaan kamu!’’
‘’ Yah. Saya tidak harus menggaruk. Saya tidak dapat menghentikan menggaruk setiap kali saya mau.’’ Kata monyet
‘’ Yah. Saya juga tidak harus mengendus, menggerakan hidung dan menggerakakn kuping saya.’’ Kata kelinci’’
Kemudian Monyet menantang Kelinci dalam suatu pertandingan. ‘’ Kita lihat saja. Saya tidak akan menggaruk sepanjang hari, jika kamu juga tidak mengendus, menggerakan hidung, dan menggerakan kupingmu sepanjang hari. Sekarang masih pagi. Jika kita dapat diam sepanjang hari hingga matahari terbenam. Pasti kita dapat menghilangkan kebiasaan buruk ini.’’
Sejak saat itu Monyet dan Kelinci duduk diam. Monyet tidak bergerak sama sekali. Tetapi kulitnya sangat gatal. Ia ingin menggaruk rambut di dagunya. Lengan kiri dan kanannya sangat gatal, tetapi Monyet tetap diam.
Kelinci juga tidak bergerak sama sekali, tetapi Kelinci ingin sekali mengendus udara. Menggerakan hidung, menggerakan kupingnya dari satu sisi ke sisi yang lain. Kelinci pun duduk diam.
Akhirnya Kelinci berkata. ‘’ Monyet. Saya punya aide. Kita akan duduk diam disini sangat lama. Saya mulai bosan. Mari kita bercerita untuk menghabiskan waktu.’’
‘’ Ide yang sangat bagus. Mengapa kamu tidak bercerita terlebih dahulu.
Kelinci mulai bercerita. ‘’ Kemarin, ketik saya akan datang ke tepi sungai menemuimu, saya pikir saya mencium bau Singa di balik rumput. Oleh karena itu, saya mengendus udara, tetapi Singa tidak ada disana. Untuk memastikannya, saya menggerakan hidung saya beberapa kali, tetapi tidak ada Singa disana, kemudian saya menggerakan kuping saya untuk mendengarkan, tetapi tidak ada Singa di sana. Saya baru yakin, bahwa tidak ada bahaya di sana. Kemudian saya melanjutkan perjalanan ke tepi sungai untuk menemuimu, temanku.’’
Monyet, memperhatikan Kelinci yang bercerita dengan gerakan mengendus, menggerakan hidung, menggerakan telinganya.
Monyet berkata. ‘’ kemarin, dalam perjalanan saya ke tepi sungai untuk menemuimu, saya berpapasan dengan beberapa anak-anak. Salah satu anak melemparkan kelapa dan mengenai kepala saya, tepat di sini. Anak laki-laki melemparkan batok kelapa dan tepat mengenai dagu saya, dan dua anak perempuan melempar batok kelapa dan mengenai tangan kanan dan kiri saya. Kemudian saya lari secepat mungkin ke tepi sungai dan bertemu denganmu, sahabatku.’’
...
RESOLUSI
‘’ Saya kira tidak ada di antara kita yang dapat diam saja sepanjang hari. Saya tidak dapat menghilangkan kebiasaan buruk ini.’’ Kata Kelinci sambil mengendus, menggerakan hidungnya dan menggerakan telinganya.’’
‘’ Saya juga tidak dapat menghilangkan kebiasaan buruk ini.’’ Kata Monyet sambil menggaruk kepalanya. Kemudian menggaruk dagunya dan menggaruk lengan kiri dan kanannya.
KODA
Kebiasaan buruk Monyet dan Kancil sukar dihilangkan. Keduanya setuju. Monyet tetap menggaruk dan Kelinci mengendus, menggerakan hidung dan menggerakan telinganya.
Pelajari lebih lanjutPada materi ini, kamu dapat belajar tentang struktur fabel:
https://brainly.co.id/tugas/11014968
Detil jawabanKelas: VIII
Mata pelajaran: Bahasa Indonesia
Bab: Bab 1 - Sastra
Kode kategori: 8.1.1
kata kunci: fabel, struktur, orientasi, komplikasi, resolusi, koda
12. Jawaban bahasa Indonesia kelas 7 halaman 232-233
Jawaban:Fabel adalah sebuah karya sastra Indonesia yang menyajikan sifat, sikap, atau watak manusia melalui penggambaran para tokoh hewan atau binatang dalam cerita. Sebagai sebuah karya sastra, setiap fabel disusun di atas beberapa struktur. Struktur penyusun fabel mencakup orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda.
Pembahasan
Pada kesempatan ini, soal meminta kita untuk membabak fabel "Kelinci dan Monyet" ke dalam struktur penyusunnya. Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
ORIENTASI
Pada suatu hari, Monyet dan Kelinci sedang duduk di pinggir sungai. Kelinci suka mendengarkan cerita Monyet. Tapi satu hal, Kelinci merasa terganggu dengan gerakkan menggaruk Monyet saat berbicara. Ia menggaruk kepalanya, rambut di dagunya, menggaruk tangan kanan dan kiri.
Monyet pun suka mengobrol dengan Kelinci. Kecuali satu hal. Monyet sering terganggu dengan gerakan mengendus, menggerakan hidung, menggerakan kupingnya dari sisi satu sisi ke sisi yang lain.
KOMPLIKASI
Akhirnya Monyet berkata. ‘’ Hei Kelinci, dapatkah kamu menghentikan kebiasaan buruk itu?’’ kata Monyet
‘’ Menghentikan apa ?’’ Tanya kelinci
‘’ Berhenti mengendus udara, menggerakan hidung, dan menggeraka kupingmu yang panjang itu. Betapa buruknya kebiasaanmu itu?’’
‘’ Kebiasaan buruk saya? Bagaimana kebiasaan kamu? Setiap kali kita mengobrol, kamu selalu menggaruk. Pertama kamu menggaruk kepala mu. Kemudian dagu, lengan kiri dan kananmu. Kamu selalu menggaruk. Betapa buruknya kebiasaan kamu!’’
‘’ Yah. Saya tidak harus menggaruk. Saya tidak dapat menghentikan menggaruk setiap kali saya mau.’’ Kata monyet
‘’ Yah. Saya juga tidak harus mengendus, menggerakan hidung dan menggerakakn kuping saya.’’ Kata kelinci’’
Kemudian Monyet menantang Kelinci dalam suatu pertandingan. ‘’ Kita lihat saja. Saya tidak akan menggaruk sepanjang hari, jika kamu juga tidak mengendus, menggerakan hidung, dan menggerakan kupingmu sepanjang hari. Sekarang masih pagi. Jika kita dapat diam sepanjang hari hingga matahari terbenam. Pasti kita dapat menghilangkan kebiasaan buruk ini.’’
Sejak saat itu Monyet dan Kelinci duduk diam. Monyet tidak bergerak sama sekali. Tetapi kulitnya sangat gatal. Ia ingin menggaruk rambut di dagunya. Lengan kiri dan kanannya sangat gatal, tetapi Monyet tetap diam.
Kelinci juga tidak bergerak sama sekali, tetapi Kelinci ingin sekali mengendus udara. Menggerakan hidung, menggerakan kupingnya dari satu sisi ke sisi yang lain. Kelinci pun duduk diam.
Akhirnya Kelinci berkata. ‘’ Monyet. Saya punya aide. Kita akan duduk diam disini sangat lama. Saya mulai bosan. Mari kita bercerita untuk menghabiskan waktu.’’
‘’ Ide yang sangat bagus. Mengapa kamu tidak bercerita terlebih dahulu.
Kelinci mulai bercerita. ‘’ Kemarin, ketik saya akan datang ke tepi sungai menemuimu, saya pikir saya mencium bau Singa di balik rumput. Oleh karena itu, saya mengendus udara, tetapi Singa tidak ada disana. Untuk memastikannya, saya menggerakan hidung saya beberapa kali, tetapi tidak ada Singa disana, kemudian saya menggerakan kuping saya untuk mendengarkan, tetapi tidak ada Singa di sana. Saya baru yakin, bahwa tidak ada bahaya di sana. Kemudian saya melanjutkan perjalanan ke tepi sungai untuk menemuimu, temanku.’’
Monyet, memperhatikan Kelinci yang bercerita dengan gerakan mengendus, menggerakan hidung, menggerakan telinganya.
Monyet berkata. ‘’ kemarin, dalam perjalanan saya ke tepi sungai untuk menemuimu, saya berpapasan dengan beberapa anak-anak. Salah satu anak melemparkan kelapa dan mengenai kepala saya, tepat di sini. Anak laki-laki melemparkan batok kelapa dan tepat mengenai dagu saya, dan dua anak perempuan melempar batok kelapa dan mengenai tangan kanan dan kiri saya. Kemudian saya lari secepat mungkin ke tepi sungai dan bertemu denganmu, sahabatku.’’
...
RESOLUSI
‘’ Saya kira tidak ada di antara kita yang dapat diam saja sepanjang hari. Saya tidak dapat menghilangkan kebiasaan buruk ini.’’ Kata Kelinci sambil mengendus, menggerakan hidungnya dan menggerakan telinganya.’’
‘’ Saya juga tidak dapat menghilangkan kebiasaan buruk ini.’’ Kata Monyet sambil menggaruk kepalanya. Kemudian menggaruk dagunya dan menggaruk lengan kiri dan kanannya.
KODA
Kebiasaan buruk Monyet dan Kancil sukar dihilangkan. Keduanya setuju. Monyet tetap menggaruk dan Kelinci mengendus, menggerakan hidung dan menggerakan telinganya.
Pelajari lebih lanjut
Pada materi ini, kamu dapat belajar tentang struktur fabel:
brainly.co.id/tugas/11014968
Detil jawaban
Kelas: VIII
Mata pelajaran: Bahasa Indonesia
Bab: Bab 1 - Sastra
Kode kategori: 8.1.1
kata kunci: fabel, struktur, orientasi, komplikasi, resolusi, koda
Klik agar user lain tahu, seberapa membantu
Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/21964211#readmore
Penjelasan:
13. jawaban soal buku paket bhs Indonesia kelas 10 semester 2 kurikulum 2013 halaman 232-234
Jawaban:Teks biografi adalah sebuah teks yang menyajikan kisah perjalanan hidup seorang tokoh. Teks biografi dapat dibagi menjadi dua jenis, berdasarkan identitas pengarangnya: biografi dan otobiografi. Adapun otobiografi adalah teks biografi yang ditulis langsung oleh tokoh yang disajikan kisah hidupnya dalam karya tersebut.
Pembahasan
Pada kesempatan ini, soal meminta kita untuk menyajikan penuturan karakter unggul tokoh George Saa melalui cara langsung, tidak langsung, dan deskripsi melalui tindakan tokoh. Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
- cara langsung
JAWABAN:
Prestasi rupanya membutuhkan sedikit kenakalan dan kenekatan. Dengan dibantu kakaknya, Frangky, Oge berangkat diam-diam. Ia baru memberitahu niatnya kepada mama tercinta sesaat sebelum menaiki tangga pesawat. Mamanya menangis selama dua minggu menyadari anaknya pergi meninggalkan tanah Papua.
- cara tidak langsung,
JAWABAN:
Pemuda yang dikenal sebagai playmaker di lapangan basket ini adalah orang yang haus belajar.
- cara deskripsi melalui tindakan tokoh
JAWABAN:
“Saya tertarik fisika sejak SMP. Tidak ada alasan khusus kenapa saya suka fisika karena pada dasarnya saya suka belajar saja. Lupakan saja kata fisika, saya suka belajar semuanya,” katanya.
Sebagai rujukan, berikut kakak akan menyajikan teks yang dimaksud oleh soal.
Ia dikenal sebagai Sang Jenius dari Papua. Ia lahir di Manokwari pada 22 September 1986. Sejak kecil, dia sering tinggal berpindah-pindah mengikuti orang tuanya. Bahkan, tak jarang dia hidup terpisah dari orang tua. Dia adalah seorang pemenang lomba First Step to Nobel Prize in Physics pada tahun 2004 dari Indonesia. Makalahnya berjudul Infinite Triangle and Hexagonal Lattice Networks of Identical Resisto. Rumus penghitung hambatan antara Dua Titik Rangkaian Resistor yang ditemukannya diberi namanya sendiri yaitu “George Saa Formula”. Prestasi pemuda berusia 19 tahun ini sangat mengagumkan. Rumus yang ditemukannya berhasil memenangkan First Step to Nobel Prize in Physic yang mengungguli ratusan paper dari 73 negara yang masuk ke meja juri. Para juri yang terdiri dari 30 jawara fisika dari 25 negara itu hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk memutuskan pemuda 17 tahun asal Jayapura ini menggondol emas.
Oge (nama panggilan george) lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Silas Saa, adalah Kepala Dinas Kehutanan Teminabuhan, Sorong. Oge lebih senang menyebut ayahnya petani ketimbang pegawai. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Silas, dibantu isterinya, Nelce Wofam, dan kelima anak mereka, mengolah ladang dan menanam umbi-umbian. Kelima anak Silas mewarisi keenceran otaknya. Silas adalah lulusan Sekolah Kehutanan Menengah Atas tahun 1969, sebuah jenjang pendidikan yang tinggi bagi orang Papua kala itu.
Apulena Saa, puteri sulung Silas, mengikuti jejak ayahnya. Ia adalah Sarjana Kehutanan lulusan Universitas Cendrawasih. Franky Albert Saa, putera kedua, saat ini tengah menempuh Program Magister Manajemen pada Universitas Cendrawasih. Yopi Saa, putera ketiga, adalah mahasiswa kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Jakarta. Agustinus Saa, putera keempat, mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Negeri Papua, Manokwari. Sementara si Bungsu, Oge, meraih emas di panggung internasional. “Semua anak Mama tidak manja dengan uang, sebab kami tidak punya uang,” tutur Mama Nelc.
Ia bertutur, karena minimnya ekonomi keluarga, Oge sering tidak masuk sekolah ketika SD hingga SMP. Jarak dari rumah ke sekolah sekitar 10 km. Oge harus naik “taksi” (angkutan umum) dengan ongkos Rp 1.500 sekali jalan. Itu berarti Rp 3.000 pulang pergi. “Tidak bisa jajan. Untuk naik “taksi” saja Mama sering tidak punya uang. Kalau Oge mau makan harus pulang ke rumah,” katanya.
Bagi Oge prestasi tidak selalu berarti karena uang. Pemuda yang dikenal sebagai playmaker di lapangan basket ini adalah orang yang haus belajar. Selalu ada jalan untuk orang-orang yang haus seperti Oge. Prestasinya di bidang fisika yang menurut sebagian anak muda ini mengapa bukan semata-mata karena ia menggilai ilmu yang menurut sebagian anak muda rumit ini.
“Saya tertarik fisika sejak SMP. Tidak ada alasan khusus kenapa saya suka fisika karena pada dasarnya saya suka belajar saja. Lupakan saja kata fisika, saya suka belajar semuanya,” katanya. “Semua mata pelajaran di sekolah, saya suka kecuali PPKn (Pendidikan Pancasilan dan Kewarganegaraan). Pelajaran itu membosankan dan terlalu banyak mencatat. Saya suka kimia, sejarah, geografi, matematika, apalagi bahasa Indonesia. Saya selalu bagus nilai Bahasa Indonesia,” tambahnya.
...
14. pelajaran bahasa indonesia kelas 7 halaman 232
Jawaban:
soalnya mana kak?
/mengbingung
15. Aktivitas kelompokKalian telah mempelajari perlawanan rakyat Indonesia di berbagai daerahdalam menentang kolonialisme dan imperialisme.1. Bentuklah kelompok dengan anggota 4-5 orang.2. Diskusikan faktor-faktor penyebab kegagalan perlawanan mengusirpenjajah di berbagai daerah tersebut.232Kelas VIII SMP/MTs
Jawaban:
1. Kalahnya persenjataan jika dibandingkan dengan persenjataan penjajah.
Persenjataan penjajah yang lebih modern seperti senapan dan meriam jelas lebih diuntungkan ketika berlangsung daripada persenjataan rakyat yang masih menggunakan senjata tradisional, bambu runcing, dan senjata lain yang belum secanggih milik penjajah.
2. Politik adu domba oleh penjajah.
Penjajah mengadu domba para penguasa satu kerajaan atau bisa juga penguasa kerajaan dengan rakyatnya.
3. Perencanaan perang yang kurang matang.
Perencanaan perang menjadi syarat utama agar perang dapat dimenangkan. Akan tetapi, perencanaan perang yang dilakukan penguasa kurang matang ketika melawan penjajah, sehingga banyak korban dari pihak rakyat maupun penguasa akibat peperangan yang terjadi.
4. Terserang penyakit ketika perang.
Wabah penyakit sangat menggaggu ketika perang berlangsung. Pengetahuan cara mengobati juga menjadi andil gagalnya perlawanan rakyat terhadap penjajah yang disebabkan penyakit.
5. Perlawanan masih bersifat kedaerahan.
Perjuangan untuk mengusir penjajahan tidak dilakukan serentak di berbagai daerah. Usaha mengusir penjajah hanya dilakukan oleh daerah yang mendapatkan tekanan penjajah saja.
Post a Comment for "Aktivitas Kelompok Halaman 232 Ips Kelas 8"